Rabu, 15 Oktober 2008

''TI''

Televisi Protokol Internet (IP-TV)
2008-09-11

Pada tanggal 8 September, Komisi Komunikasi Korea telah memilih Hanaro Telecom, LG Dacom dan KT sebagai 3 perusahaan pemasok layanan Televisi Protokol Internet (IP-TV). Mulai bulan Oktober tahun ini, akan diluncurkan layanan IP-TV yang berbasis jaringan Internet untuk pertama kalinya di Korea Selatan.



IP-TV

IP-TV atau Televisi Protokol Internet menggunakan jaringan Internet broadband sebagai pengganti gelombang elektrik. Layanan itu merupakan bentuk ‘teknologi konvergens digital’ yang memadukan teknologi Internet dan televisi secara bersama-sama. Perbedaan terbesar antara ‘IP-TV’ dan ‘TV Internet’ ialah bahwa sebagai ganti menonton televisi melalui monitor komputer, seseorang akan dapat melihat siaran televisi melalui monitor TV, dan sebagai ganti penggunaan mouse untuk merubah saluran, dipakai ‘remote control.’ Walaupun memakai layanan melalui Internet broadband, para pengguna seakan-akan merasa seperti menonton televisi biasa karena sangat mudah penggunaannya.

Layanan IP-TV

Kategori Isi layanan
Siaran ‘Real-time’ Pengguna bisa menonton program yang disiarkan secara ‘real time.’
Keunggulan televisi IP-TV adalah konten yang tak terbatas. Ketiga perusahaan merencanakan untuk meluncurkan 10 hingga 100 saluran; meskipun mereka masih berunding dengan badan siaran umum mengenai pengiriman kembali program siaran itu ke IP-TV.
VOD Sebuah bentuk layanan yang memungkinkan para pengguna memilih dan menonton suatu program kapan saja mereka inginkan. Layanan itu bisa dimungkinkan melalui pemanfaatan jaringan Internet.
Layanan interaktif Layanan interaktif memungkinkan para pengguna menikmati konten Intenet dalam lingkup yang luas, termasuk menggunakan mesin pelacak, menonton film, home-shopping, home-banking, game online dan mendownload MP3. Para pengguna bisa berpartisipasi dalam siaran secara real time.



Perang Media Baru

Konvergensi antara siaran dan komunikasi dalam 70 hingga 100 saluran! Ya, melalui perkembangan itu, persaingan di antara penyedia layanan akan semakin sengit karena IP-TV akan memperluas pijakan pasarnya. KT, Hanaro Telecom dan LG Dacom sebagai penyedia layanan IP-TV, merencanakan untuk menginvestasikan 4,2 milyar dolar guna membangun infrastruktur dan kontennya sampai tahun 2012.
Seluruh keuntungan ekonomi diperkirakan akan luar biasa. Komisi Komunikasi Korea memperkirakan bahwa layanan IP-TV akan menghasilkan keuntungan senilai 9 milyar dolar dalam 5 tahun ke depan.
Untuk menempati posisi unggul dalam persaingan, ketiga perusahaan itu masing-masing akan memiliki layanan inti yang khas. Perusahana KT akan meluncurkan layanan bernama ‘Mega TV’ yang memfokuskan pada layanan pendidikan interaktif dan media pendidikan alternatif untuk semua lapisan usia.
Sedangkan layanan ‘Hana TV ‘dari Perusahaan Hanaro Telecom akan lebih mementingkan program untuk anak, hiburan dan layanan VOD.
Sementara itu, ‘myLGtv’ dari Perusahaan LG Dacom akan menyajikan layanan studi bahasa, budaya dan hiburan olahraga, serta layanan premium lainnya yang terkait.


Strategi pemasok layanan IP-TV

Perusahaan Layanan Jumlah saluran siaran ‘real- time’ Layanan inti Biaya bulanan
KT MegaTV 100 Layanan pendidikan internaktif, media pendidikan alternatif untuk semua lapisan usia. Belum ditentukan
Hanaro Telecom hanaTV 70 Program untuk anak, hiburan dan layanan VOD 15 dolar
LG Dacom myLGtv 70 Studi bahasa, budaya dan hiburan olahraga, dan layanan premium terkait 9 dolar

Tidak ada komentar: